Metode Farmakologi 3

Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Metode difusi agar cakram merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menentukan kepekaan antibakteri terhadap suatu antibiotik. Pada cara ini digunakan suatu cakram berupa silinder cup yang berfungsi sebagai tempat menampung zat antimikroba.

Link youtube Metode Farmakologi pertemuan 3

"Teknik Pengujian Anti tuberkolosis secara Invitro Metode Difusi Cakram "

https://youtu.be/3DijUvI59Rg

Komentar

  1. pada pengujian metode difusi agar cakram digunakan anti biotik etambutol, Mengapa harus menggunakan antibiotik etambutol pada teknik pengujian ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua antibiotik tuberkolosis dapat digunakan bukan hanya etambutol saja namun, dalam pengujian ini dipilih etambutol sebagai daya antimikroba . karena hampir semua Mycobacterium Tuberkoloss sensitive terhadap etambutol. Antibiotik ini tidak efektif terhadap kuman lain dan bekerja dengan cara menekan pertumbuhan kuman tuberkolosis yang telah resisten terhadap obat tb lainnya seperti isoniazid, streptomisin dll. Mekanisme kerja dari etambutol adalah menghambat sintesis RNA sehingga metabolisme sel terhambat, sel mati dan berujung pada kematian mycobacterium tuberkolosis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. bagaimana hasil yang didapat daripengujian ini jika kita menggunakan antibiotik selain etambutol ?

      Hapus
    4. hasil dari daya hambatnya pasti berbeda sesuai dengan konsentrasi yg dibuat. Seperti larutan antibiotik etambutol dgn konsentrasi 50 % , 25 %, 10 % hasil dari daya hambatnya pasti berbeda, ketika menggunakan obat tb lain seperti isoniazid yg dibuat dengan 3 konsentrasi juga hasilnya berbeda.
      biasanya yg konsentrasinya tinggi akan semakin baik daya hambat bakterinya

      Hapus
  2. mengapa antibiotik ini pada pengujian menggunakan 3 konsentrasi yang berbeda ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Larutan antibiotik dengan 3 konsentrasi dibuat sebagai perbandingan terhadap aktivitas antibakten (daya hambat) pertumbuhan bakteri TBC atau untuk melihat pada antibiotik konsentrasi berapa yang memiliki daya hambat yang baik terhadap bakteri tbc. Biasanya semakin tinggi konsentrasi yang digunakan semakin tinggi aktivitas antibakteri atau semakin luas zona hambatnya.

      Hapus

Posting Komentar